Semarak Hari Santri Nasional 2025 dan Pembukaan Gelar Budaya Joyonegoro di Slahung, Ponorogo
- Oct 20, 2025
- Maretha W.S
Slahung, Ponorogo – 20 Oktober 2025.
Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Kecamatan Slahung menggelar kegiatan Khotmil Qur’an dan Istighosah yang berlangsung khidmat di Pendopo Joyonegoro Kantor Kecamatan Slahung, pada Senin pagi (20/10/2025).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 05.00 WIB hingga selesai ini menjadi momentum penuh makna bagi masyarakat Slahung. Sejak subuh, para santri, tokoh agama, perangkat desa, dan masyarakat sekitar telah memadati pendopo untuk bersama-sama membaca ayat suci Al-Qur’an dan melantunkan doa, memohon keselamatan serta keberkahan bagi bangsa dan daerah.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang mempererat tali ukhuwah Islamiyah antarwarga, tetapi juga menjadi pembuka resmi rangkaian kegiatan Gelar Budaya Joyonegoro Tahun 2025. Kegiatan budaya ini dirancang sebagai wadah pelestarian tradisi, seni, dan kearifan lokal masyarakat Slahung yang dikenal kaya akan budaya dan semangat gotong royong.
Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”, kegiatan Hari Santri Nasional tahun ini mengingatkan kembali peran penting para santri dalam sejarah perjuangan bangsa. Para santri bukan hanya penjaga moral dan spiritual, tetapi juga penggerak perjuangan kemerdekaan serta pembangunan bangsa melalui ilmu, amal, dan budaya.
Hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Slahung, para kepala desa se-Kecamatan Slahung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para santri dari berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di wilayah Kecamatan Slahung. Kehadiran mereka menambah semarak suasana sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan semangat religiusitas masyarakat.
Dalam sambutannya, Camat Slahung, Bapak Nur Huda Rifai, S.STP., M.Si., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa Hari Santri adalah momentum untuk menguatkan karakter dan semangat kebangsaan di tengah kemajuan zaman.
“Santri bukan hanya identik dengan pesantren, tetapi juga menjadi cerminan keikhlasan, kerja keras, dan kecintaan terhadap tanah air. Dengan semangat Hari Santri, mari kita bersama-sama membangun Slahung yang religius, berbudaya, dan berperadaban,” ujar Camat Slahung dalam sambutannya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, masyarakat Slahung diharapkan terus meneladani perjuangan dan semangat para santri dalam menjaga harmoni antara agama, budaya, dan pembangunan. Hari Santri Nasional bukan hanya sekadar peringatan, tetapi juga menjadi momentum refleksi untuk memperkuat jati diri bangsa menuju Indonesia yang maju, beriman, dan berperadaban dunia.
Sebagai penutup, Pemerintah Desa Slahung menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini. Pemerintah desa berharap semangat Hari Santri dapat menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai religius, memperkuat rasa persaudaraan, serta berperan aktif dalam membangun desa yang maju dan berbudaya.
“Santri adalah simbol keteladanan dan semangat kebangsaan. Melalui momentum ini, semoga Desa Slahung senantiasa menjadi wilayah yang rukun, damai, dan penuh berkah,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa Slahung.