Rakor Teknis Gelar Budaya Joyonegoro Slahung Tahun 2025: Penentuan Logo Resmi dan Finalisasi Persiapan
- Sep 25, 2025
- Maretha W.S
Pada hari Kamis, 25 September 2025, bertempat di Pendopo Joyonegoro Kantor Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, dilaksanakan Rapat Koordinasi dan Teknis Pelaksanaan Gelar Budaya Joyonegoro Kecamatan Slahung Tahun 2025.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Camat Slahung, Bapak Nur Huda Rifai, S.STP, M.Si, dan dihadiri oleh seluruh Koordinator Seksi Panitia Gelar Budaya Joyonegoro. Kehadiran para koordinator menjadi langkah strategis untuk menyatukan visi serta menyamakan langkah dalam menyukseskan agenda budaya terbesar yang akan digelar di Kecamatan Slahung.
Dalam forum koordinasi tersebut, dibahas sejumlah poin penting, antara lain:
1. Pembagian Tugas Panitia
Setiap koordinator seksi diminta untuk memantapkan rencana kerja sesuai bidang masing-masing, mulai dari seksi acara, perlengkapan, konsumsi, keamanan, hingga publikasi.
2. Finalisasi Teknis Pelaksanaan
Jadwal rangkaian kegiatan Gelar Budaya Joyonegoro ditetapkan lebih rinci, termasuk susunan acara, waktu pelaksanaan, serta keterlibatan partisipasi masyarakat dan unsur seni budaya lokal.
3. Penentuan Pemenang Lomba Desain Logo
Salah satu agenda utama rapat adalah penentuan pemenang lomba desain logo Gelar Budaya Joyonegoro 2025. Logo terpilih akan menjadi identitas resmi acara, melambangkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya Kecamatan Slahung.
4. Strategi Publikasi dan Dokumentasi
Panitia menekankan pentingnya publikasi melalui berbagai saluran informasi agar acara dikenal lebih luas, baik di tingkat lokal maupun kabupaten.
5. Harapan dan Komitmen Bersama
Semua panitia menyepakati bahwa Gelar Budaya Joyonegoro tidak hanya sekadar agenda seni budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, memperkenalkan potensi desa, dan meningkatkan kebanggaan masyarakat Slahung.
Dengan koordinasi yang matang serta komitmen dari seluruh panitia, Gelar Budaya Joyonegoro Kecamatan Slahung Tahun 2025 diharapkan dapat terselenggara dengan sukses, meriah, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta memperkuat identitas daerah di mata publik.