Pendampingan Desa Wisata Tahun 2025: Dorong Pengelolaan dan Inovasi Wisata di Ponorogo

  • Feb 25, 2025
  • Maretha W.S

Ponorogo, 25 Februari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pengembangan potensi wisata desa, Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan Pendampingan Desa Wisata Tahun 2025 yang bertempat di Gedung Kesenian Padepokan Reog Ponorogo.

Kegiatan ini diikuti oleh para pengelola desa wisata dari berbagai kecamatan di Ponorogo, termasuk perwakilan dari Kecamatan Slahung. Program pendampingan ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan desa dalam mengelola potensi wisata secara profesional, kreatif, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan arahan dan materi mengenai berbagai aspek penting dalam pengembangan desa wisata. Di antaranya adalah pengelolaan daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan, pengembangan produk wisata dan ekonomi kreatif seperti kerajinan serta kuliner lokal, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pariwisata.

Selain itu, peserta juga dibimbing untuk memahami pentingnya pengelolaan fasilitas atau amenitas wisata, layanan wisata yang baik, dan strategi pemasaran yang efektif agar desa wisata mampu menarik minat wisatawan lebih luas. Tak kalah penting, para pengelola desa wisata juga didorong untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keamanan kawasan wisata, serta memiliki aturan pengelolaan desa wisata yang jelas dan terarah.

Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan setiap desa wisata di Kabupaten Ponorogo, termasuk desa-desa di wilayah Slahung, dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Dengan pengelolaan yang baik, wisata desa tidak hanya menjadi daya tarik bagi pengunjung, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperkuat identitas budaya lokal.

Salah satu peserta dari Kecamatan Slahung menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan inspirasi dalam mengembangkan desa wisata.

  “Kami mendapatkan banyak ilmu baru tentang cara mengelola wisata desa secara mandiri dan berkelanjutan. Harapannya, setelah kegiatan ini kami bisa menerapkan hasil pembelajaran untuk menjadikan desa kami lebih menarik dan dikenal luas,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat jaringan antar pengelola desa wisata di Ponorogo, sehingga terbentuk kerja sama yang saling mendukung dalam memajukan sektor pariwisata daerah.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, desa wisata di Ponorogo diharapkan terus tumbuh menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing, berbudaya, dan menyejahterakan masyarakatnya.