Gerakan “Ayo Mondok” Gaungkan Semangat Hari Santri Nasional 2025 di Ponorogo
- Oct 13, 2025
- Maretha W.S
Ponorogo, 13 Oktober 2025 — Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggencarkan Gerakan “Ayo Mondok” sebagai ajakan moral dan spiritual kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai pendidikan pesantren.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang akan dipusatkan di Ponorogo, dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah daerah, pesantren, tokoh agama, hingga komunitas pemuda dan pelajar.
Bupati Ponorogo, H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Ayo Mondok bukan hanya seruan untuk menimba ilmu agama, tetapi juga upaya untuk menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta cinta tanah air.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter. Melalui gerakan Ayo Mondok, kita ingin menghadirkan kembali semangat santri dalam kehidupan generasi muda,” ujar Bupati Sugiri.
Gerakan ini juga dirancang dengan cara yang milenial dan kreatif, agar lebih mudah diterima oleh kalangan muda. Sejumlah kegiatan menarik turut disiapkan, seperti Santri Run 5K, Tabligh Akbar, Festival Hadrah, Pawai Santri Nusantara, hingga Halaqah Kebangsaan yang akan menghadirkan para ulama dan tokoh nasional.
Pelaksanaan puncak Hari Santri Nasional dijadwalkan pada 22 Oktober 2025 mendatang, dengan melibatkan ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Ponorogo dan sekitarnya. Lokasi utama kegiatan dipusatkan di Alun-Alun Ponorogo serta di sejumlah pesantren besar seperti Pondok Modern Gontor dan Pondok Pesantren Walisongo.
Menurut panitia pelaksana, hingga pertengahan Oktober 2025, tingkat kesiapan acara telah mencapai 70 persen, termasuk koordinasi keamanan, logistik, dan tata acara. Pemerintah daerah juga menggandeng media lokal dan komunitas informasi masyarakat (KIM) untuk membantu menyebarkan informasi positif dan ajakan partisipasi masyarakat.
Tujuan utama dari Gerakan Ayo Mondok ini adalah untuk menghidupkan kembali semangat keislaman, kebangsaan, dan kemandirian di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat citra Ponorogo sebagai kota yang religius dan berbudaya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Ponorogo berharap nilai-nilai pesantren seperti tawadhu’, disiplin, kerja keras, dan cinta tanah air dapat terus diwariskan dan diamalkan oleh para santri dan masyarakat luas.
“Mari kita sukseskan Hari Santri Nasional dengan semangat Ayo Mondok. Santri kuat, Indonesia hebat,” pungkas Bupati Sugiri Sancoko.